Produk, Proses Produksi, & Kemasan Kerajinan Bahan Serat

Setelah sebelumnya kita bahas pengertian kerajinan serat dan jenis-jenisnya, kali ini Pak Adit akan membahas tentang bagaimana proses produksi kerajinan bahan serat hingga menjadi produk jadi. Materi ini masih akan kita pelajari bersama di Prakarya SMP kelas VII semester 1.

Pada umumnya bahan serat mentah diolah menjadi bahan baku atau bahan setengah jadi dengan tujuan memudahkan proses selanjutnya dan menekan biaya produksi. Adapun bentuk-bentuk bahan serat setengah jadi antara lain:

Anyaman

Dibuat dengan cara mengangkat, menumpangtindihkan, atau meyilangkan bahan menjadi lembaran bermotif anyam.
Lembaran atau lempengan
Dibuat dengan mengambil kulit terluar dari bahan, dipres agar halus dan direkatkan satu per satu pada bahan tertentu.
Pilin atau kepang
Dibuat dengan menjalin atau memilin dua atau lebih serat kering sehingga membentuk pilinan seperti kepang rambut.
Tenun
Menenun adalah menyatukan serat pakan (benang) dan lungsi menggunakan alat tenun bukan mesin hingga menjadi lembaran kain.

Produksi Kerajinan Bahan Serat

Pada dasarnya, proses produksi kerajinan apapun termasuk kerajinan bahan serat menggunakan tahapan yang sama, yaitu:

  1. Pencarian ide atau gagasan, untuk mendapatkan desain bentuk ataupun jenis kerajinan yang diinginkan. Sumber inspirasi bisa berasal dari lingkungan sekitar, imajinasi, dan sebagainya.
  2. Penyempurnaan gagasan, mewujudkan desain menjadi gambaran visual tiga dimensi.
  3. Penentuan media dan bahan yang sesuai dengan ide.
  4. Visualisasi ke dalam bahan melalui alat dan teknik pembuatan tertentu.

Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Adapun teknik – teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, macramé, dan tapestry sebagai berikut :

Teknik – Teknik Produksi Kerajinan Serat

a. Merakit

Merakit adalah suatu teknik membuat benda tiga dimensi dengan cara menggabungkan beberapa benda atau komponen menjadi satu yang memiliki nilai fungsi lebih. Merakit bisa dilakukan dengan cara menyusun atau membuat sebuah komposisi dari berbagai macam material atau bahan.

b. Kolase

Kolase merupakan teknik menempel berbagai macam bahan seperti: serat, kertas, kain, kaca, dan logam sehingga menghasilkan sebuah komposisi bentuk yang unik.

c. Menenun

Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan yang berbahan kain. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang berfungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.

d. Menjahit

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (Manual) atau mesin jahit. dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

e. Mengikat

Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang / lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatuka helaian kain yang satu dengan lainnya mennggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

Proses Kerajinan Bahan Serat

Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas. Dalam proses pembuatannya, sebuah produk kerajinan harus mengacu pada 5 syarat perancangan benda kerajinan:

1. Kegunaan (Utility)

Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur.

2. Kenyamanan (Comfortable)

Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.

3. Keluwesan (Flexibility)

Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.

4. Keamanan (Safety)

Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis / pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.

5. Keindahan (Aestetic)

Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih disbanding beda yang biasa – biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya dari bentuk, hiasan atau ornament dan bahan bakunya.

Perancangan Kerajinan Bahan Serat

Karya yang baik dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula. Oleh sebab itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal seperti berikut ini :

  1. Tentukan bahan dan jenis kerajinan.
  2. Penggalian ide dari berbagai sumber.
  3. Buat beberapa sketsa karya.
  4. Tentukan sebuah karya terbaik.
  5. Kumpulkan bahan dan alat.
  6. Pembuatan karya kerajinan
  7. Evaluasi karya.
  8. Revisi karya

Produk-Produk Kerajinan Serat Hewan dan Tumbuhan

Produk kerajinan yang dihasilkan dari bahan serat tumbuhan dan hewan sangat banyak dan mudah didapat. Namun ada pula serat buatan yang dihasilkan dari berbagai bahan campuran, yang juga menghasilkan produk kerajinan yang kreatif.

Daun yang digunakan sebagai produk kerajinan disebut dengan serat alam. Serat alam yang biasa digunakan diantaranya daun eceng gondok, daun jagung, daun pandan, pelepah dan daun pisang, daun kelapa / janur, daun lontar, dan daun pohon gebang. Selain daun-daunan, serat alam dari tumbuhan juga dapat diperoleh dari akar, biji dan batang seperti materi yang sudah kita bahas sebelumnya.

Produk-Produk Kerajinan dari Serat Tumbuhan

Yuk, coba kalian sebutkan contoh-contoh kerajinan bahan serat dari tumbuhan pada gambar di atas. Tuliskan di buku kalian!

Serat hewan yang biasa dibuat untuk bahan dasar kerajinan adalah rambut domba, serat ulat sutera, dan kulit hewan.

Rambut domba memiliki ketebalan yang cukup untuk dibuat kerajinan tekstil berupa baju hangat, jaket, syal, rompi, kaos kaki, topi, sepatu, dan tas. Ada pula yang dibuat menjadi kerajinan sarung bantal kursi dan taplak. Daerah penghasil rambut domba sebagai produk kerajinan diantaranya Tapos, Kabupaten Indramayu.

Produk-Produk Kerajinan dari Serat Hewan Stapel

Gambar di atas adalah contoh produk kerajinan yang menggunakan bahan baku serat alam dari hewan (stapel). Contoh kerajinan dari serat hewan filament adalah kain sutera, yang berasal dari kepompong  ulat sutera.

Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat

Penyajian produk kerajinan disebut juga dengan kemasan. Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya.

Tujuan Kemasan

  1. Memberikan pelayanan kepada konsumen
  2. Memberikan suatu ciri khas / identitas produk
  3. Memberikan daya tarik kepada barang yang akan dibeli konsumen

Fungsi Kemasan

  1. Sebagai wadah produk
  2. Melindungi produk
  3. Memudahkan pengangkutan / distribusi produk
  4. Memberikan keterangan produk
  5. Memudahkan penggunaan produk.
  6. Memperindah penampilan produk.

Syarat Kemasan yang Baik

  1. Kuat, sehingga mampu melindungi produk yang dikemas.
  2. Bersih dan higienis, sehingga tidak merusak produk dan tidak menurunkan minat pembeli.
  3. Bahan mudah didapat, sehingga tidak menyulitkan proses produksi dan menekan biaya produksi.
  4. Tidak membahayakan, sehingga aman digunakan oleh semua kalangan di segala usia.

Demikian materi produk, proses produksi, & kemasan kerajinan bahan serat yang Pak Adit sampaikan. Di materi selanjutnya kita akan melakukan proyek berupa pembuatan kerajinan dari bahan serat alam.

Tinggalkan komentar