Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

Materi perbedaan unsur, senyawa, dan campuran ini merupakan lanjutan dari materi IPA SMP kelas VII semester 1 yaitu Konsep Zat dan Wujud Zat. Sebelumnya sudah kita bahas tentang konsep wujud padat, cair, dan gas beserta sifatnya. Bahkan kita sudah pelajari bersama tentang massa jenis zat. Agar tidak bingung, silakan kalian bisa membaca materi tersebut sambil mengingatnya kembali.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

Materi kali ini cukup singkat, yaitu akan kita pelajari bersama tentang unsur, senyawa, dan campuran. Kita bahas secara singkat agar lebih mudah dipahami.

Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak bisa diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih kecil atau sederhana melalui reaksi kimia sederhana. Bagian terkecil dari unsur adalah atom (sejenis).

Contoh Unsur Senyawa Campuran

Contoh unsur: Oksigen (O), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Emas (Au), Aluminium (Al), Karbon (C), Seng (Zn), Kalsium (Ca), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu).

Untuk mudah mengingatnya, unsur adalah zat tunggal, tinggal punya pasangan. Unsur biasanya terdiri atas 1 (satu) kata serta dilambangkan dengan satu huruf kapital, atau dua huruf pasangan huruf kapital dan huruf kecil (perhatikan contoh).

Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia masih dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana di mana sifatnya berbeda dengan unsur penyusunnya.

Senyawa merupakan gabungan unsur-unsur, baik unsur yang sama maupun berbeda. Contoh: Air (H2O), gula (C6H12O6), Asam cuka (CH3COOH), alkohol/etanol (C2H5OH), senyawa oksigen (O2), senyawa hidrogen (H2), Karbon dioksida (CO2), Natrium klorida/garam dapur (NaCl).

Contoh Unsur Senyawa Campuran 2

Sederhananya, senyawa biasanya memiliki lebih dari 2 (dua) huruf kapital pada lambang/simbolnya, serta memiliki angka pada lambang/simbol senyawa.

Campuran

Campuran adalah gabungan dari dua jenis zat atau lebih tanpa melalui reaksi kimia. Campuran dibagi menjadi dua jenis:

1. Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran dengan zat-zat penyusunnya tersebar secara merata sehingga tidak dapat membedakan zat penyusunnya, serta tidak dapat dipisahkan secara fisik. Contoh: air gula, air garam, air teh, dan sebagainya.

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran di mana zat-zat penyusunnay masih dapat dibedakan secara kasat mata, Campuran hetergoen terdiri atas suspensi dan koloid.

  • Suspensi, adalah campuran heterogen dua zat yang mengandung partikel padat atau mengalami pengendapan bila dibiarkan sesaat. Contoh: air kopi, campuran air dan pasir.
  • Koloid, adalah campuran dua zat yang tersebar merata dalam setiap mediumnya dan tidak mengalami pengendapan bila dibiarkan. Contoh: air susu, santan, tinta, cat, asap.

Referensi luar: Sistem Koloid

Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

Perbedaan unsur, senyawa, dan campuran disajikan dalam tabel berikut.

Keadaan

UNSUR

SENYAWA

CAMPURAN

Penyusunnya

Disusun oleh satu jenis atom

  • Disusun oleh lebih dari unsur (sama/berbeda).

  • Hanya dapat dipisahkan secara kimia.

  • Disusun oleh zat.

  • Relatif mudah dipisahkan secara fisik.

Sifatnya

Sifat masing-masing unsur khas.

Sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya.

Sifat zat penyusunnya masih tampak.

Proses pembentukan

Tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.

Dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan reaksi kimia biasa.

Dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya secara fisika.

Perbandingan

Perbandingan unsur-unsur penyusunnya tetap dan tertentu.

Perbandingan massa zat penyusunnya tidak tertentu.

Demikian materi kita tentang perbedaan unsur, senyawa, dan campuran. Semoga bisa membantu kalian dalam memahami materi IPA SMP dengan baik. Jika ada pertanyaan, silakan sampaikan melalui kolom komentar.

Tinggalkan komentar