Kerajinan dari Bahan Logam

Kerajinan dari bahan logam merupakan sub materi Prakarya kelas IX SMP dari bab Kerajinan dari Bahan Buatan. Pada materi ini akan dibahas jenis kerajinan logam, karakteristik bahan logam, dan contoh kerajinan logam beserta alat bahan dan teknik pembuatannya.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, salah satunya sumber daya logam. Adapun jenis logam yang bisa ditemukan di Indonesia di antaranya emas, seng, tembaga, dan nikel. Dari berbagai jenis logam tersebut tentu saja selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

Kerajinan dari Bahan Logam Prakarya Kelas IX SMP

Jenis Kerajinan dari Bahan Logam

Berwirausaha dalam membuat kerajinan dari bahan logam, batu, dan plastik merupakan sebuah peluang yang sangat menjanjikan. Produksi kerajinan dari bahan logam, batu, dan plastik dapat menjadi industri kerajinan yang potensial dengan nilai jual yang tinggi. Logam, batu, dan plastik dapat diproduksi menjadi kerajinan yang bersifat fungsional dan hias. Kerajinan fungsional adalah produk yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kerajinan hias adalah produk yang diciptakan untuk tujuan memenuhi kebutuhan akan keindahan.

Logam dan batu merupakan bahan buatan yang potensial untuk dijadikan sebuah perhiasan daripada kerajinan fungsional. Hal tersebut karena logam dan batu jika diubah bentuknya menjadi perhiasan akan memiliki nilai jual yang tinggi. Perhiasan dengan bentuk inovatif dan unik akan selalu menjadi kebutuhan gaya hidup. Keberadaan kerajinan logan dan batu telah menjadi produk unggulan bangsa Indonesia sebagai sumber devisa. Selain itu, kerajinan berperan sebagai sarana memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia di dunia internasional.

Berbeda dengan logam dan batu, plastik merupakan bahan yang biasanya digunakan untuk memproduksi kerajinan yang nilai jualnya tidak terlalu tinggi. Hal ini jika dibandingkan dengan perhiasan atau kerajinan lainnya yang terbuat dari logam dan batu. Limbah plastik seperti botol minuman bekas sering ditemukan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Melalui kreativitas, barang limbah tersebut dapat memiliki nilai jual apabila diolah menjadi sebuah produk kerajinan yang bersifat fungsional dan hias. Hal tersebut dapat dijadikan sumber pendapatan
yang dapat menyejahterakan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Kerajinan dari Bahan Batu

Karakteristik dan Produk Kerajinan dari Bahan Logam

Jenis logam yang banyak dijadikan kerajinan meliputi emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Berikut penjelasan mengenai karakteristik dan produk kerajinan dari bahan logam.

Kerajinan Logam Emas

Emas merupakan logam mulia yang bersifat lunak dan mudah ditempa. Emas dapat diperoleh dari alam dalam bentuk butiran-butiran halus. Butiran-butiran tersebut berasal dari batuan-batuan yang mengandung emas yang disebut bijih emas. Butiran halus diperoleh dengan cara mendulang, sedangkan bijih emas diperoleh dengan cara menghancurkan bebatuan yang mengandung emas menggunakan peralatan berat.

Emas yang telah diperoleh dari alam biasanya dipisahkan dengan bagian logam lainnya, akar-akar tumbuhan, dan debu yang disebut dengan pemurnian. Jika emas yang dipisahkan tersebut berupa bijih emas atau batuan akan diproses menggunakan ball mill atau alat penggilingan. Alat tersebut berguna untuk membantu menisahkan unsur emas dengan unsur logam perak atau logam lainnya serta debu. Emas dalam keadaan murni merupakan suatu logam yang sangat lunak. Umumnya, logam yang ditambahkan pada emas adalah tembaga dan perak. Emas yang berwarna merah mengandung tembaga, sedangkan emas putih mengandung paladium dan nikel. Paduan antara suatu logam dan unsur logam atau nonlogarn disebut
aloi. Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kerajinan emas di Indonesia.

Kerajinan dari Bahan Logam Emas

Kerajinan Logam Perak

Perak merupakan logam dengan karakter warna putih dan lunak. Perak mudah dibentuk dan tidak mudah patah atau pecah. Perak merupakan penghantar panas atau listrik yang baik. Perak yang akan dibuat kerajinan dicampur dengan logam lainnya, misalkan tembaga atau
kuningan agar menjadi lebih kuat. Di dalam kerajinan perak yang ada di pasaran, perak
menjadi unsur dominan, sedangkan unsur tembaga hanya sedikit. Perak yang berlapis tembaga
biasanya dikenal dengan sebutan perak lapisan.

Kerajinan perak banyak berkembang di daerah Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Bali.
Bahan perak memiliki sifat dan karakter keras. Oleh karena itu, pengolahan kerajinan dari bahan perak relatif lebih sulit. Teknik yang dilakukan dalam mengolah perak menjadi sebuah kerajinan biasanya dilakukan dengan model bakar atau pemanasan dan tempa.

Kerajinan dari Bahan Logam Perak

Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan untuk mengetahui perak murni di antaranya sebagai berikut.

  • Mengikirnya sampai dalam sehingga warna logam aslinya akan terlihat. Apabila perak dilapisi tembaga, warnanya akan menia kemerah-merahan. Namun, apabila perak dilapisi kuningan warnanya akan terlihat seperti kuning muda.
  • Meneteskan asam sendawa ke bagian yang dikikir. Apabila perak asli akan berubah warna menjadi kelabu, tetapi bila perak lapisan akan berubah menjadi hijau.
  • Memanasi dan menyelupkan kerajinan perak ke dalam campuran asam sulfat dan air. Apabila perak murni akan tetap berwarna putih, tetapi apabila bukan perak akan berubah ke warna aslinya atau berubah menjadi warna gelap kelabu.

Kerajinan Logam Tembaga

Tembaga warnanya merah, sifatnya tidak mudah patah, dan meniadi penghantar listrik yang baik. Tembaga biasanya dapat dijadikan bahan kreasi kerajinan desain interior dan eksterior. Kelemahan tembaga adalah mudah sekali terkena korosi atau mudah terkikis. Tembaga merupakan logam yang sangat baik untuk dicampurkan pada perhiasan perak dan emas. Tembaga dapat diperoleh dalam bentuk kawat atau lempengan di toko besi dan bangunan. Tembaga yang berupa kawat biasanya kadar kemurniannya lebih rendah dibandingkan lempengan.

Kerajinan Logam Kuningan

Kuningan merupakan logam yang mengandung tembaga dan seng. Kuningan bewarna kuning mengilap. Kuningan juga digunakan sebagai perhiasan lapis emas atau perak. Sifat kuningan hampir sama dengan tembaga, yaitu tidak mudah patah, tetapi sedikit lebih keras dari tembaga. Kuningan juga dapat diperoleh dalam bentuk kawat atau lembaran.

Kerajinan dari Bahan Logam Kuningan

Bahan logam sebagain besar diproduksi sebagai perhiasan atau aksesori. Namun, seiring dengan perkembangannya, logam juga diproduksi untuk kerajinan yang bersifat fungsional, seperti gelas, teko, wajan, nampan, dan wadah yang serba guna. Di samping itu, logam banyak digunakan untuk diproduksi menjadi piala atau medali, seperti dari medali emas, medali perak, dan medali perunggu.

Karakteristik bahan logam yang berwujud sampah anorganik sering kali ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal dan dapat diubah menjadi sebuah kerajinan. Berbagai jenis kerajinan dari bahan logam bekas biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kerajinan dari bahan kaca dan plastik. Logam yang sudah menjadi sampah biasanya akan dikumpulkan secara bersama-sama sesuai jenisnya untuk dilebur, digilas, dan dibentuk menjadi lembaran atau batangan agar dapat diproduksi kembali menjadi barang produk mekanis. Pekerjaan tersebut tentunya membutuhkan mesin yang cukup besar.

Bahan jenis logam yang sering menjadi sampah adalah foil aluminium. Foil aluminium sering digunakan dalam industri modern sebagai pelapis kemasan suatu produk agar tampilannya lebih menarik dibandingkan kemasan alami. Di pasaran, kemasan dengan foil aluminium biasanya digunakan untuk membungkus produk makanan dan minuman ringan, seperti permen, cokelat, biskuit, dan berbagai produk elektronik. Kelebihan yang dimiliki oleh foil aluminium adalah mengilap dan sifatnya yang tahan lama. Berbagai kerajinan yang diproduksi menggunakan foil aluminium di antaranya kap lampu, keranjang bunga, dan rak. Namun,
untuk dapat menghasilkan kerajinan dengan kualitas yang diinginkan biasanya foil aluminium akan dipadukan dengan besi, rotan, kayu, dan bahan khusus lainnya.

Baca juga: Kerajinan dari Bahan Plastik

Bahan, Alat, Teknik, dan Proses Pembuatan Karya Kerajinan dari Bahan Logam

Proses pembuatan karya kerajinan dengan menggunakan bahan logam adalah sebagai berikut.

  1. Proses pembuatan bahan baku logam dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa jenis logam agar dapat menghasilkan sebuah logam yang lebih kuat.
  2. Bahan baku logam dapat berupa lempengan dan kawat. Contohnya, logam perak yang merupakan campuran antara tembaga dan kuningan.
  3. Proses peleburannya dilakukan pada sebuah mangkuk yang tahan panas dengan suhu 1100°-1250° C.
  4. Campuran antara kedua logam tersebut dituangkan pada sebuah cetakan untuk mendapatkan logam batangan.
  5. Kemudian, logam batangan diolah dalam bentuk batangan dan lempengan atau kawat.
  6. Lempengan dibuat dengan cara menempa batangan menggunakan palu hingga diperoleh ukuran yang lebar dan tipis. Proses tersebut dapat dibantu dengan mesin cetak agar menghasilkan permukaan yang rata.

Jika dilihat dari proses pembuatannya, kerajinan yang terbuat dari bahan logam, batu, dan plastik dengan kerajinan dari bahan emas, perak, dan tembaga memiliki kesamaan. Pembuatan kerajinan perhiasan kalung yang dibuat dari bahan emas biasanya dimulai dengan pembentukan satuan-satuan yang kecil dengan cara dipotong, lalu digergaji dalam ukuran dan berat tertentu. Kemudian, berbagai unsur bagian yang telah disiapkan disatukan dengan cara dipatri menjadi sebuah perhiasan kalung. Setelah itu, dilakukan proses penyepuhan, pencucian, atau pelarutan dengan menggunakan cairan yang terdiri atas unsur tawas, sendawa, dan garam. Kemudian, dicuci dengan air bersih dan disikat. Setelah disikat, dicelupkan kembali
dengan cairan swapel dan dimasak dengan air sampai warnanya kecokelatan, kemudian didinginkan. Setelah dingin, kilaukan dengan sengki, semacam kikir yang sangat halus. Langkah selanjutnya, perhiasan emas siap untuk dipasarkan.

Proses pembuatan karya kerajinan dengan menggunakan bah perak di antaranya sebagai berikut.

  1. Panaskan perak agar mudah dibentuk. Kemudian perak yang telah dibentuk sesuai ukuran disambung dengan teknik patri.
  2. Bekas sambungan diperhalus dengan kikir. Dilanjutkan penghalus terhadap bagian sisa patri, sisi-sisi produk, atau bagian yang masih terlalu tajam dengan ampelas kertas.
  3. Langkah terakhir adalah memoles atau mengilapkan.
  4. Untuk membuat karya kerajinan perhiasan tertentu, setelah dipoles ditambahkan batu mulia.
  5. Proses pemolesan dilakukan dengan memanaskan produk. Dilanjutkan pencelupan pada larutan asam sulfat selama 15 menit sampai menjadi putih dan bersih dari kotoran.
  6. Setelah itu, karya kerajinan dapat disikat dengan kawa menggunakan air yang telah dicampur buah lerak.
  7. Pemolesan juga dapat dikerjakan dengan menggunakan mesin poles.

Proses pembuatan kerajinan dari bahan logam sampah, seperti dari foil aluminium, berbeda dengan kerajinan dari bahan logam Kerajinan dari bahan logam, seperti foil aluminium, kuningan, dan besi perlu dilakukan pemilihan dan pembersihan bahan berdasarkan ukuran, berat, dan panjangnya. Setelah itu, bersihkan dari debu dengan menggunakan air. Kemudian, lap menggunakan kain kering atau basah. Selanjutnya, karya kerajinan siap untuk diproduksi dalam produk yang diinginkan, baik dengan teknik sambung patri maupun teknik lainnya.

Cara dan Teknik Pembuatan Kerajinan Logam

Foil aluminium sebelum diolah menjadi sebuah kerajinan akan dibuat dalam bentuk lembaran dan tali. Siapkan potongan foil aluminium dengan panjang 60 cm. Selanjutnya, potongan tersebut dipilin dengan cara manual atau menggunakan alat kincir pemintal secara khusus. Selanjutnya, hasil pilinan digabungkan dengan pilinan lainnya sebanyak 3-5 pilin menjadi satu kesatuan untuk dipilin kembali agar menjadi seutas tali yang kuat. Jumlah kesatuan pilinan tersebut menyesuaikan diameter dan kekuatan tali yang diinginkan untuk membuat kerajinan. Selanjutnya, tali-tali tersebut akan dibuat menjadi kerajinan anyaman, seperti tas dan gantungan pot.

Demikian materi Prakarya kelas IX SMP kita tentang Kerajinan Bahan Logam. Semoga dapat membantu kalian untuk belajar materi Prakarya dengan lebih baik.

Tinggalkan komentar